Postingan

Setia Sepanjang Usia

Gambar
Setia Sepanjang Usia Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan. Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka. Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu. Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi. Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri “Kenapa Bu?” Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”. “Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. wal...

Tenzing Norgay sang Pemandu

Gambar
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut berasal?….Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah m endapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay. Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak...

HINAAN

Gambar
"Hinaan..." A : Eh, tau ndak... kemarin kamu dijelek-jelekin ama si dia, di kantor lho.... B : Ah... mungkin kamu salah dengar... A : Eh,... bener kok, saya denger dengan mata saya sendiri... eh telinga saya sendiri... B : Hmm... mungkin dia lagi keceplosan aja... A : Ah... mau keceplosan apa tidak, yang jelas dia menghina kamu? B : Oh... mungkin saja sedangan bercanda... atau dia sedang stress banyak masalah, jadi omongannya ngelantur... atau mungkin dia mabuk? A : uhh... kamu ini kok tenang aja sih... harusnya kamu marah donk... karna harga dirimu diinjak injak begitu... B : Iya ya... kok lucu ya, kenapa kamu jadi yang marah?  kiki emoticon Okelah... nanti dia akan saya tanya kenapa dia menghina saya... A : Loh kamu gak percaya ama aku...? B : Bukannya begitu.... biar efektif dan efisien aja emosinya, kalo emang bener begitu... karena terlalu dini dan boros, jika saya emosi sejak sekarang? pekerjaanku bisa berantakan. Iya kan?... btw, makasih ...

Potensi yang luar biasa

Gambar
Pada suatu hari, seorang anak menangis tersedu-sedu saat pulang dari sekolahnya. Melihat itu, dengan penuh kasih sayang, ibunya mendatangi si bocah. Saat ditanya, apa yang terjadi, si bocah hanya diam saja, sembari tetap mengucurkan air mata. Ia kemudian hanya menyerahkan selembar surat yang menurut gurunya harus diberikan segera pada ibunya. Sembari masih bertanya-tanya apa yang terjadi, si ibu segera membuka surat itu. Ternyata, surat itu menjawab pertanyaannya. Inilah isi surat itu: "Karena anak Anda terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses pembelajaran di sekolah, demi rasa tanggung jawab kami kepada murid-murid lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak Anda secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah." Rupanya, sebelum diberikan surat itu, si anak sudah diberi tahu oleh gurunya, agar esok hari tidak perlu masuk sekolah lagi. Hal itulah yang membuatnya menangis. Mendapati kondisi itu, sang ibu tak tinggal ...

Imbalan Kebaikan

Gambar
Dikisahkan, di keremangan senja, seorang pemuda bernama Alan, berkendara dengan mobil butut. Perasaannya galau. Pabrik tempatnya bekerja bangkrut dan dia belum juga mendapatkan pekerjaan tetap. Meski harus bekerja serabutan dan hidup pas-pasan, ia tidak ingin meninggalkan kampung halamannya. Di kota kecil itu, minimal dia sudah punya rumah kecil dan tentu, dia memiliki impian-impiannya. Tidak jauh dari jalur tempatnya melaju, di pinggir jalan yang sepi, terlihat seorang nenek berdiri kedinginan di sebelah mobilnya yang mogok. Tanpa pikir panjang, ia langsung menepikan mobilnya, keluar, dan berjalan menghampiri perempuan tua itu. "Selamat malam, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" Alan menyapa dengan sopan. Bukannya menjawab, si nenek malah terlihat ketakutan karena melihat penampilan Alan yang lusuh. "Jangan khawatir. Saya hanya mau membantu Ibu," kata Alan menenangkan. Perempuan tua terlihat sedikit ragu, namun ia memberi Alan kesempatan untuk memperb...

Sang Raja dan Laba-laba

Gambar
Alkisah, ada seorang raja yang pemberani. Suatu hari, ia harus bertarung melawan sekelompok besar pasukan dengan hanya segelintir tentara hingga membuatnya kalah telak. Sampai-sampai ia harus melarikan diri demi menyelamatkan hidupnya. Sang raja berlindung di dalam sebuah gua hutan. Ia sangat tertekan. Keberaniannya tak bersisa dalam dirinya. Dengan tatapan kosong, ia memandang langit-langit gua itu. Sebuah pemandangan menarik merebut perhatiannya. Ada seekor laba-laba kecil sedang berusaha menjalin sebuah jaring di langit gua. Ketika laba-laba itu merangkak naik, benang jaringnya putus dan laba-laba itu terjatuh. Tetapi, si laba-laba tidak menyerah. Ia mencoba merangkak naik lagi dan lagi. Akhirnya, ia berhasil naik dan menyelesaikan jaringnya. Sang raja mulai berpikir, "Jika seekor laba-laba kecil saja mampu menghadapi kegagalan dengan begitu berani, kenapa aku menyerah? Aku akan berusaha sekuat tenaga hingga aku menang." Tekad ini menyuntikkan semangat dan...

Mangkuk Berlubang

Gambar
Alkisah, suatu hari di sebuah negeri. Seorang raja yang terkenal dengan kesombongan dan keserakahannya, beserta para pengiringnya, berpapasan dengan seorang paman berpakaian lusuh layaknya seorang pengemis. Paman itu bergegas membungkuk hormat dan sang raja yang pagi itu sedang berbaik hati menyapanya, "Paman, apa yang hendak Paman minta?" Si paman menjawab, "Yang Mulia bertanya kepada saya? Yang saya minta belum tentu Yang Mulia mampu mengabulkan." Dengan suara lantang sang raja berseru, "Sebutkan saja permintaanmu, tentu saja rajamu ini mampu memberi!" Si paman menjawab tenang dan senyum, "Yang Mulia. Mohon maaf, jangan sembarang mengumbar janji dan perkataan." "Apapun juga, aku pasti mampu. Memang kamu meragukan? Rajamu ini adalah orang terkaya di seantero negeri." Dengan suara lantang, sang raja berseru. Si paman itu mengeluarkan dan menyodorkan mangkuknya, "Paduka.. tolong isi ini." Raja menjadi geram. Seger...